Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

29 April 2011

Berkesan

Senang sekali ketika penulis buku "9 SUMMER 10 AUTUMNS" secara langsung menulis kan kata2 seperti ini di halaman pertama buku milik saya.



ini foto waktu saya jadi MC di acara bedah buku beliau @ Auditorium Rektorat Andi Hakim Nasution.




ini foto bersama Panitia + Penulis usai acara bedah buku.

23 April 2011

Status Facebook

Biasanya

buset baru chapter 1 aja udah stres.. haha

ketika Mereka Berbicara tentang seorang "Marco"


Seminggu yang lalu, tanggal 16 - 17 april 2011 statistika 46 ngadain acara makrab di daerah cisarua, puncak. Nah pas makrab itu ada rangkaian acara ngisi testimoni mengenai teman2 1 kelas. Dari 76 mahasiswa di STK yang ikut makrab cma 56 orang, tapi yang ngisi testimoni cuma 54 orang, karena 2 orangnya lagi nyari angkot bt pulang. Nah gw sengaja mindahin tulisan teman2 sekelas gw dari kertas A4 ke kertas digital ini. kenapa???

1. gw pengen apa yg mereka tulis mengenai gw, bisaa gw baca terus-menerus, karena kalo dikertas kemungkinan bisa ilang, atau kertasnya robek, rusak, atau tulisannya pada ilang/ mulai ga keliatan karena basah mungkin.

2. gw pengen ini bisa jadi sekedar "kenangan kecil" dimana setiap gw membaca, suka bikin gw ketawa/ tersenyum.

Nah, pasti yang ditulis temen2 gw itu ga positif sepenuhnya, pasti ada negatifnya,, ya negatifnya kita ambil sebagai pelajaran dan bt instropeksi diri kedepannya,, positif?? dijadikan sebagai pemicu/ motivasi agar lebih baik lagi.

oke yang gw tulis di bawah ini salinan dari tulisan tangan tmn2 gw,, tanpa ada yang gw kurangi atau tambahin. (1-54 itu bukan nomor, tapi jumlah orang yang nulis)

Marco Bona Tua itu orangnya :

1. humoris, heboh, menghibur, kocak
2. care banget
3. Baik, care banget, lucu
4. Putih
5. Eksis, bersahabat, kocak
6. Heboh, rame, kocak, penghibur
7. temen baik guee, pendengar setia. solver. selalu ngasih solusi. love u conah
8. Gak tau malu mungkin, haha. kocak lah
9. Baik banget, heboh, enak dijadiin temen, care, peduli
10. Bawel, tapi peduli sama orang KREATIF
11. Peduli
12. Sakhaw
13. GILA MANTAP !!!
14. Sok Eksis
15. Baik, sociable, humoris
16. Marco baik banget, kocak, bisa membaur dengan siapa saja!
17. Kocak, banyak ngomong, dewasa, bawel
18. Lucu + bertanggung jawab
19. Dewasa banget orangnya -> serius guw
20. Heboh, care, cerewet, eksis
21. gak jelassssssssssssssss, tapi kocak
22. Kocak gila lu..mending diem aja. co.. ganteng deh.. haha
23. Lucu, pengibur haha, baik
24. Jerman gadungan
25. Care, semangat, bikin suasana hepi, top deh co.
26. Heboh gila, jail, rame banget, cowo penghibur .. hoho
27. Riweuh
28. Bawel, cerewet, pengen ngelawak terus
29. Bawel, konklusif, heboh
30. Cerewet, lucu, dewasa, narsis
31. Cerewet, agak cuek, baik, jutex
32. Periang abis
33. gaje, lucu kok
34. care, cool, optimistic
35. eksis, MC, Riweuh
36. Heboh, pi kalo lg serius mantabh !
37. Eksis dan Ribet
38. Heboh, care, cerewet, eksis
39. Aktor berbakat dari STK 46
40. Bawel banged lo conah, rempong, gaje
41. cerewet, care, ramah
42. eksis, baik, peduli, humoris
43. lucu, baik
44.dewasa
45. lucu
46. ramah
47. peduli teman
48. bawel
49. baik
50. eksis, mudah berbaur
51. males ah.. just kidding, conah, gaje, kocak
52. bawel banged, kalo udah ngomong ga bisa diam, setia kawan banged kok
53. Mukanya  kaya Mr. bean kocak
54. sibuk sendiri, orangnya asik

yakkk itu lah pendapat teman2 sekelas gue mengenai diri gw :)

17 Maret 2011

Don't

*Don’t undermine your worth by comparing yourself with others. It is because we are different that each of us is special.

* Don’t set your goals by what other people deem important. Only you know what is best for you.

* Don’t take for granted the things closest to your heart. Cling to them as you would your life, for without them, life is meaningless.

* Don’t let your life slip through your fingers by living in the past or for the future. By living your life one day at a time, you live ALL the days of your life.

* Don’t give up when you still have something to give. Nothing is really over until the moment you stop trying.

* Don’t be afraid to admit that you are less than perfect. It is this fragile thread that binds us each together.

* Don’t be afraid to encounter risks. It is by taking chances that we learn how to be brave.

* Don’t shut love out of your life by saying it’s impossible to find. The quickest way to receive love is to give; the fastest way to lose love is to hold it too tightly; and the best way to keep love is to give it wings.

* Don’t run through life so fast that you forget not only where you’ve been, but also where you are going.

* Don’t forget that a person’s greatest emotional need is to feel appreciated.

* Don’t be afraid to learn. Knowledge is weightless, a treasure you can always carry easily.

* Don’t use time or words carelessly. Neither can be retrieved. Life is not a race, but a journey to be savored each step of the way.

27 Februari 2011

9 Summer 10 Autumns Dari Kota Apel Ke The Big Apple


Di kaki Gunung Panderman, di rumah berukuran 6 x 7 meter, seorang anak laki-laki bermimpi. Kelak, ia akan membangun kamar di rumah mungilnya. Hidup bertujuh dengan segala sesuatu yang terbatas, membuat ia bahkan tak memiliki kamar sendiri. Bapaknya, sopir angkot yang tak bisa mengingat tanggal lahirnya. Sementara ibunya, tidak tamat Sekolah Dasar.

Ia tumbuh besar bersama empat saudara perempuan. Tak ada mainan yang bisa diingatnya. Tak ada sepeda, tak ada boneka, hanya buku-buku pelajaran yang menjadi "teman bermain"-nya. Di tengah kesulitan ekonomi, bersama saudara-saudaranya, ia mencari tambahan uang dengan berjualan di saat bulan puasa, mengecat boneka kayu di wirausaha kecil dekat rumah, atau membantu tetangga berdagang di pasar. Pendidikanlah yang kemudian membentangkan jalan keluar dari penderitaan. Dan kesempatan memang hanya datang kepada siapa yang siap menerimanya. Dengan kegigihan, anak Kota Apel dapat bekerja di The Big Apple, New York.

Sepuluh tahun mengembara di kota paling kosmopolit itu membuatnya berhasil mengangkat harkat keluarga sampai meraih posisi tinggi di salah satu perusahaan top dunia. Namun tak selamanya gemerlap lampu-lampu New York dapat mengobati kenangan yang getir. Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi dan menghadirkan seseorang yang membawanya menengok kembali ke masa lalu. Dan pada akhirnya, cinta keluargalah yang menyelamatkan semuanya.


APA KATA MEREKA :

Bundelan kertas penting yang disesaki hikayat kerja keras, kehangatan keluarga, dan perantauan. Sungguh sebuah praktik man jadda wajada yang terang. Selamat mereguk semangat perjuangan dan kesabaran anak sopir angkot di sudut Jawa Timur yang berkilau di New York. Inspiratif.
A. Fuadi, Penulis best seller trilogi Negeri 5 Menara

….most of all it is a story of dreams come true, sharply focused by a person who knows what he wants. Certainly very relevant in today’s world which needs the dose of positive energy that Mr Iwan Setyawan delivers.
Wimar Witoelar, Authority in journalism, public relations and communication

Menggugah. Iwan berhasil membahasakan dengan ringan dan renyah bahwa pendidikan dan determinasi hidup adalah sahabat sejati perbaikan nasib manusia.
Anas Urbaningrum, Penulis, pencinta kuliner nusantara, politisi

Kisah Iwan menjadi bukti nyata tentang efek pendidikan.
Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina dan Ketua Indonesia Mengajar

Sebuah buku wajib untuk generasi muda Indonesia. Sebuah kisah inspiratif yang mengingatkan kita untuk selalu berikhtiar dan ‘berlayar, terus berlayar, jangan hanya tunggu keajaiban untuk datang’. Sebuah pesan untuk selalu mensyukuri orang-orang di sekitar kita. Membuat kita senantiasa ingin sungkem kepada kedua orang tua.” - Mohamad Al-Arief (Direktur Indonesia Relief-USA, Washington DC)

“Menggugah. Satu kata untuk novel ini. Iwan berhasil membahasakan dengan ringan dan renyah bahwa pendidikan dan determinasi hidup adalah sahabat sejati perbaikan nasib manusia. Bagi yang menghajatkan inspirasi, novel ini adalah jawabannya” - Anas Urbaningrum (Penulis, pencinta kuliner nusantara, Politisi)

Novel ini tidak bercerita tentang mimpi, tetapi tentang keberanian untuk menembus batas ketakutan. Kisah luar biasa yang diceritakan dengan lugas dan sederhana.E.S ITO (Penulis best seller Negara Kelima dan Rahasia Meede)

9 Summers 10 Autumns adalah novel rekonsiliasi masa lalu dan masa depan. Jika masa kini tantangan dan masa depan adalah kegelapan misteri, maka apa kekayaan terindah kita bila bukan masa lalu, biarpun kegetiran masih tergores di sana?Mohamad Sobary (Mantan direktur Kantor Berita Antara, budayawan, tokoh NU)

“This is a story of classical motivation and the rewards and tribulations that come to people who have the perseverance to pursue their dreams. It is particularly compelling because the book addresses issues of cultural adaptation, the underlying moral of the story. It happens to be placed in the context of two very different cities, Malang and New York, that have opposing yet complementary cultural features. But most of all it is a story of dreams come true, sharply focused by a person who knows what he wants. Certainly very relevant in today’s world which needs the dose of positive energy that Mr Iwan Setyawan delivers.” Wimar Witoelar (Authority in journalism, public relations and communication)

Pendidikan bukan saja mencerdaskan. Pendidikan adalah eskalator. Dia mengangkat derajat sosial ekonomi. Dia membukakan pintu-pintu baru untuk meraih kemajuan. Pendidikan adalah kunci dibalik keberhasilan Iwan.

Orang-tuanya supir angkot, anaknya direktur di salah satu perusahaan paling terkemuka dunia, berkantor di New York.

Kisah Iwan menjadi bukti nyata tentang efek pendidikan. Karena itu, berikanlah akses pendidikan berkualitas pada setiap anak Indonesia. Tidak peduli anak miskin atau kaya, anak kota atau desa. Keterdidikan mereka akan membawa Indonesia menuju pada cita-citannya.

Iwan dari Kota Batu adalah bukti dan dia adalah inspirasi, bacalah novel ini dan kita akan merasakan optimisme itu tumbuh merekahAnies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina dan Ketua Indonesia Mengajar)